Infancy
Bayi
0 - 18 bulan
Periode pertumbuhan tercepat.
Buka panduanPemetaan Lingkungan Berbasis Profil Lingkungan Masyarakat
Buku saku ini disusun sebagai panduan praktis guna mengenali karakteristik perkembangan psikologis pada setiap kelompok usia dan kelompok rentan. Informasi yang disajikan bertujuan sebagai gambaran kebutuhan dan rekomendasi intervensi yang sesuai.
PEDULI adalah panduan edukatif dan bukan pengganti asesmen, diagnosis, atau layanan profesional.
Struktur utama
Warga Kampung Herbal merupakan bagian dari komunitas yang memiliki karakteristik, kebutuhan, dan tantangan yang beragam pada setiap tahap kehidupan. Keberagaman tersebut mencakup perbedaan usia, kondisi sosial, perkembangan psikologis, serta keberadaan kelompok yang membutuhkan perhatian dan dukungan khusus, seperti anak-anak, remaja, orang dewasa, lansia, penyandang disabilitas, individu dengan kondisi kesehatan mental, ibu hamil dan pascapersalinan, dan sebagainya. Oleh karena itu, pemahaman terhadap karakteristik dan kebutuhan setiap kelompok menjadi penting agar upaya pengembangan kesejahteraan warga dapat dilakukan secara tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi komunitas. Program PEDULI hadir sebagai panduan informasi yang membantu mengenali karakteristik psikologis dan kebutuhan masing-masing kelompok warga, sekaligus memberikan rekomendasi pendekatan atau intervensi yang relevan. Dengan adanya panduan ini, diharapkan warga dan pihak terkait dapat memiliki dasar yang lebih sistematis dalam membangun lingkungan Kampung Herbal yang inklusif, suportif, dan responsif terhadap kebutuhan psikologis warganya.
5 dari 12 panduan
Bayi, anak usia dini, prasekolah, anak usia pertengahan, dan remaja.
Infancy
0 - 18 bulan
Periode pertumbuhan tercepat.
Buka panduanEarly Childhood
18 bulan - 3 tahun
Laju pertumbuhan tinggi/berat melambat dibanding tahun pertama, namun tetap signifikan.
Buka panduanPreschool
3 - 5 tahun
Pertumbuhan tinggi dan berat melambat namun stabil, serta proporsi tubuh semakin menyerupai orang dewasa.
Buka panduanSchool Age
5 - 12 tahun
Pertumbuhan berlangsung stabil dan relatif lambat dibanding periode sebelum dan sesudahnya.
Buka panduanAdolescence
12 - 18 tahun
Pubertas, lonjakan pertumbuhan (growth spurt), & pematangan seksual primer dan sekunder.
Buka panduan3 dari 12 panduan
Dewasa awal, dewasa pertengahan, dan dewasa akhir.
Early Adulthood
19 - 40 tahun
Kapasitas fisik (kekuatan otot, kesuburan, fungsi imun, performa atletik) mencapai puncaknya di awal 20-an dan mulai menurun bertahap (senescence/proses penuaan biologis) sejak akhir 20-an hingga 30-an.
Buka panduanMiddle Adulthood
40 - 65 tahun
Perubahan terkait penuaan mulai lebih terasa presbiopia, presbikusis, penurunan elastisitas kulit, penurunan massa otot, dan kepadatan tulang.
Buka panduanLate Adulthood
>65 tahun - wafat
Penurunan bertahap fungsi sistem saraf dan sensorik.
Buka panduan4 dari 12 panduan
Ibu hamil pada masa kehamilan dan pascapersalinan, penyandang disabilitas, individu dengan kondisi kesehatan mental, serta individu dengan kondisi atau penyakit kronis.
Pregnant Women
Masa kehamilan hingga pascapersalinan ditandai oleh perubahan fisik, hormonal, psikologis, dan sosial yang besar, termasuk pemulihan tubuh serta penyesuaian terhadap peran sebagai orang tua. Perubahan tersebut dapat disertai fluktuasi emosi, mulai dari baby blues yang umumnya bersifat sementara hingga depresi dan, pada kasus yang jarang, psikosis pascapersalinan. Penurunan kualitas tidur, perubahan identitas, serta tuntutan pengasuhan dapat meningkatkan stres dan memengaruhi fungsi sehari-hari, sementara proses bonding dengan bayi berkembang secara bertahap dan tidak selalu terjadi secara instan. Pada masa ini, kebutuhan akan dukungan sosial dari pasangan, keluarga, dan tenaga kesehatan meningkat, dan pasangan/ayah juga dapat mengalami tantangan psikologis dalam menyesuaikan diri. Kesulitan penyesuaian lebih mungkin terjadi pada individu dengan riwayat gangguan mood atau kecemasan, kehamilan tidak direncanakan, komplikasi kehamilan atau persalinan, dukungan sosial yang rendah, maupun tekanan ekonomi.
Buka panduanPersons with Disabilities
Penyandang disabilitas merupakan kelompok yang sangat heterogen, mencakup disabilitas fisik, sensorik, intelektual, dan psikososial dengan tingkat keparahan serta dampak fungsional yang beragam. Pengalaman disabilitas tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi individu, tetapi juga oleh lingkungan fisik, sosial, dan sikap masyarakat yang dapat mendukung maupun menghambat partisipasi. Kelompok ini rentan mengalami stigma, diskriminasi, dan ableism yang dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan mental sekunder seperti depresi, kecemasan, dan harga diri rendah, terutama akibat eksklusi sosial dan hambatan akses. Kebutuhan akomodasi sangat bervariasi dan perlu disesuaikan dengan kondisi individu, baik dalam bentuk aksesibilitas fisik, komunikasi, maupun teknologi bantu. Dengan dukungan dan akomodasi yang tepat, banyak penyandang disabilitas mampu menunjukkan ketahanan dan kompetensi yang kuat, meskipun sistem pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan yang belum inklusif masih dapat menjadi sumber tantangan tambahan.
Buka panduanMental Health Conditions
Kelompok dengan kondisi kesehatan mental sangat beragam, mencakup gangguan mood, kecemasan, psikotik, hingga kondisi terkait trauma, dengan tingkat keparahan, kronisitas, dan dampak fungsional yang berbeda antarindividu. Kondisi dapat bersifat episodik maupun kronis, sehingga individu dapat mengalami periode fungsi yang baik yang diselingi episode dengan gejala lebih berat. Stigma dan diskriminasi sosial maupun struktural sering menjadi beban tambahan yang dapat mendorong penyembunyian gejala serta menunda pencarian bantuan. Kualitas hidup sangat dipengaruhi oleh akses terhadap layanan kesehatan mental, dukungan sosial, dan lingkungan yang suportif, sementara komorbiditas dengan kondisi fisik maupun kesehatan mental lainnya juga cukup umum. Dalam perspektif recovery-oriented, pemulihan bersifat personal dan tidak selalu berarti bebas dari gejala, melainkan kemampuan individu untuk menjalani kehidupan yang bermakna sesuai dengan tujuan dan kapasitasnya.
Buka panduanChronic Conditions
Kelompok dengan penyakit kronis menghadapi tuntutan manajemen jangka panjang, seperti pengobatan rutin, pemantauan gejala, dan perubahan gaya hidup, yang dapat menjadi beban psikologis di luar gejala fisik. Proses adaptasi terhadap perubahan kondisi kesehatan dapat melibatkan respons emosional yang beragam, termasuk perasaan kehilangan, ketidakpastian, dan perubahan peran maupun citra diri, meskipun proses tersebut tidak selalu berlangsung secara linear. Mereka juga rentan mengalami depresi dan kecemasan akibat nyeri kronis, keterbatasan fungsional, ketidakpastian prognosis, serta beban finansial dan sosial dari perawatan jangka panjang. Kualitas hidup dan keberhasilan pengelolaan kondisi sangat dipengaruhi oleh dukungan sosial serta keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam mengelola penyakit (self-efficacy). Beban pengelolaan penyakit yang berkepanjangan dapat menimbulkan kelelahan dan menurunkan motivasi untuk mempertahankan rutinitas perawatan secara konsisten.
Buka panduan